Selasa, 20 November 2012

PEMAHAMAN DIRI


Tujuan Pembelajaran :
1.      Siswa mampu memahami hakekat Pemahaman Diri
2.      Siswa dapat mengenal dan memahami karakteristik diri sendiri
3.      Siswa dapat mengenali potensi yang ada pada dirinya
4.      Siswa dapat memahami kelebihan dan kekurangan dirinya

1.      Pengertian Pemahaman Diri

Pemahaman Diri upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. “Who am I ?” artinya siapa saya ?. Pertanyaan itu sangatlah sederhana, tetapi mungkin memerlukan jawaban yang mendalam, karena banyak aspek yang harus diungkap. Aspek-aspek tersebut baik yang menyangkut kelebihan maupun kekurangannya, yang meliputi aspek : fisik, psikis, minat, bakat, cita-cita, kebutuhan-kebutuhan pokok serta gaya hidup yang diinginkan.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna juga sebagai makhluk yang unik. Dikatakan sebagai makhluk paling sempurna karena manusia diberikan akal dan pikiran yang dinamis untuk selalu berkembang,berinovasi sekuat tenaga. Sedangkan makhluk hidup lainnya seperti hewan,tumbuhan secara kodrati seperti rutinitas dalam hidupnya yaitu makan,minum,beranak..siklus mereka hanya begitu saja.
Manusia dikatakan sebagai makhluk yang unik karena antara yang satu dengan lainnya berbeda. Bahkan bayi kembar berapun jumlahnya, mereka mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Itulah kebesaran Allah SWT sebagai sang Khaliq. Oleh karena itu kegiatan memahami diri merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap insan dalam mencapai kesuksesan hidup.
Semakin banyak individu mampu mengenali dirinya, maka ia semakin dalam untuk menyenangi dirinya sendiri. Ia juga dapat memahami perasaannya dan juga memahami berbagai alasan pentingnya sesuatu bagi dirinya. Kegiatan memahami diri adalah berusaha mencermati diri secara keseluruhan, bukan hanya sekedar kemampuan dan ketidak mampuan dalam melakukan sesuatu.






ASPEK –ASPEK YANG HARUS DIPAHAMI INDIVIDU









1.      ASPEK FISIK
2.      ASPEK PSIKIS
3.      ASPEK MINAT
4.      ASPEK BAKAT
5.      ASPEK CITA-CITA
6.      ASPEK KEPRIBADIAN
7.      ASPEK KEBUTUHAN-KEBUTUHAN POKOK
8.      ASPEK GAYA HIDUP YG DIINGINKAN








1.      Aspek Fisik, seluruh anggota badan individu termasuk bagian-bagiannya. Artinya individu harus mengenali dan memahami kondisi jasmaniahnya dengan segala potensinya. Apakah kondisi jasmani semua sehat ? Apakah kondisi jasmaniahnya normal dan sebagainya. Hal ini penting agar individu mampu mengambil keputusan dengan tepat dan mampu menyikapi hidup ini dengan benar.
2.      Aspek Psikis, adalah yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan individu.Bagaimana kecerdasannya, bagaimana emosinya.Sehingga individu mampu menyikapi pilihan-pilihan karir dan masa depan juga mampu menempatkan dirinya dalam berhubungan dengan orang lain
3.      Aspek Minat. Minat adalah rasa tertarik yang kuat terhadap obyek tertentu. Hal ini penting untuk dipahami individu,karena dengan adanya minat yang kuat terhadap obyek pilihan maka prestasi, keberhasilan yang diharapkan mudah tercapai demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu perlu penanaman minat terhadap diri individu terhadap berbagai obyek positif,sehingga timbul rasa menyenangi dengan motivasi tinggi.
4.      Aspek Bakat. Bakat adalah kemampuan yang dibawa oleh seseorang sejak lahir dan bersifat menurun ( genetik ). Pentingnya individu memahami bakat ini adalah agar individu mampu mengembangkan dirinya secara optimal. Bakat akan cepat berkembang dengan baik apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana. Oleh karena itu peran semua masyarakat untuk memberi wadah penyaluran bakat-bakat terpendam positif sehingga memunculkan putra-putri berbakan di tanah air kita.
5.      Aspek Cita-cita. Cita-cita adalah gambaran diri yang ada pada diri seseorang. Ada yang menyebut “Potret Diri” seseorang. Artinya apabila individu mengatakan dengan lisan, misalnya : “Cita-cita saya ingin menjadi TNI/POLRI”. Individu harus memahami apakah dirinya sudah memiliki potret diri menjadi seorang TNI/POLRI..Sudah tergambarkah secara keseluruhan dalam diri individu kriteria , syarat-syarat dan sebagainya yang mutlak harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota TNI/POLRI. Hal ini penting untuk dipahami dengan cermat gambaran dirinya,sehingga ia benar-benar mampu dan dapat memilih karir sesuai dengan cita-citanya.
6.      Aspek Kebutuhan-kebutuhan Pokok
Hal ini penting juga untuk dipahami oleh individu,kebutuhan-kebutuhan pokok seperti apa yang diinginkan dalam menjalani kehidupan ini. Apakah hidup ini hanya untuk makan atau makan untuk hidup.Apakah individu hanya menginginkan kebutuhan jasmani saja, atau individu disamping perlu kebutuhan-kebutuhan untuk jasmani,juga memerlukan kebutuhan bathin, dan sebagainya. Misalnya : makan,minum,keamanan, kasih sayang, rekreasi,aktualisasi diri,sosialisasi,dan sebagainya. Oleh karena itu individu perlu menentukan kebutuhan-kebutuhan pokok seperti apa yang diinginkan dalam hidup ini.



7.      Aspek Gaya Hidup
Gaya hidup yang diinginkan oleh masing-masing orang berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang ingin bergaya hidup elite, ada yang ingin bergaya hidup biasa-biasa saja atau bergaya hidup sederhana. Oleh karena itu gaya hidup atau “life style”,ini perlu dipahami dengan benar. Individu hendaknya menyesuaikan dengan kemampuannya,sehingga dalam menyikapi hidup ini tidak diperbudak oleh hawa nafsunya.Ketrampilan, kerja keras, pengalaman dan sebagainya akan mempermudah untuk memutuskan gaya hidup seseorang.

BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN


Tujuan Pembelajaran :
1.      Siswa dapat memahami hakekat belajar
2.      Siswa dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar
3.      Siswa dapat mengetahui macam-macam gaya belajar
4.      Siswa dapat melakukan belajar secara eketif dan efisien



A.    A.       PENGERTIAN BELAJAR

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak dapat menjadi dapat dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Belajar dikatakan sebagai suatu proses karena perubahan tingkah laku yang terjadi melalui suatu tahapan-tahapan yang pada akhirnya menjadi suatu hasil belajar. Misalnya: Seorang anak yang ingin dapat berjalan, maka ia mulai dilatih oleh orangtua, merangkak, berdiri,dituntun untuk mulai melangkah yang pada akhirnya si anak bisa mulai berdiri dan mulai sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya dan kemudian ia mulai dapat berjalan dengan sempurna.
Demikian juga bila seorang siswa ingin mengetahui,dapat serta memahami sesuatu dengan baik maka ia harus melalui proses yang disebut proses belajar. Proses belajar akan menghasilkan perubahan yang bersifat “Intensional (disengaja)”,positif,aktif,efisien,efektif dan fungsional.

B.     B.       FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR
Belajar itu merupakan aktivitas fisik dan mental yang tidak berdiri sendiri,tetapi keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam diri sendiri (faktor Internal) dan faktor dari luar (faktor eksternal).





Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa ( Internal ) adalah sebagai berikut:
1.      Fisik / Jasmaniah, artinya apabila secara umum kondisi seseorang apabila dikatakan sehat,maka akan mempengaruhi aktivitas dan hasil belajarnya. Misalnya : siswa kondisi sakit : secara tiba-tiba terjadi sakit kepala,sakit perut, siswa sedang menjalani perawatan operasi, amandel,jantung,paru-paru,kecelakaan lalu lintas sejenisnya

2.      Psikhis / Kejiwaan, artinya apabila kondisi kejiwaan seseorang dalam belajar kurang stabil,maka akan mempengaruhi aktivitas belajar dan hasil belajarnya. Misalnya : Siswa diliputi rasa ketakutan, kecemasan, adanya konflik-konflik batin, diliputi rasa kekecewaan,serta gangguan psikhis lainnya.

3.      Adanya Kemauan ( Niat ) yang muncul dari daalam diri individu. Dan kemauan atau niat tersebut benar-benar tulus. Maka akan mempengaruhi aktivitas belajar dan hasil belajarnya..Misalnya : Siswa niat belajar dengan sungguh-sungguh karena belajar/ sekolah itu merupakan suatu kebutuhan diri sendiri apabila ingin mencapai masa depan yang gemilang. Siswa juga berniat bahwa : “saya harus menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam sekolah dan karir saya”. “Saya tidak boleh bermalas malasan dalam hidup ini, saya harus bekerja keras”.

4.      Kecerdasan ( IQ)

Faktor kecerdasan ( IQ) ini juga sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Seseorang yang dikategorikan mempunyai IQ Normal
 ( 100-110 menurut hasil psykhotes),maka ia disimpulkan akan mampu mengikuti belajar di sekolah-sekolah umum dengan lancar, selama ia tidak mengalami gangguan-gangguan lainnya. Demikian juga apabila seseorang mempunyai kecerdasan dibawah normal, tentunya akan mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar disekolah jika dibanding dengan seseorang yang berkecerdasan normal.

5.      Minat
Minat juga menentukan aktivitas dan hasil belajar seseorang. Minat adalah tertarik yang kuat terhadap obyek tertentu. Apabila seseorang dalam belajarnya sudah tidak mempunyai rasa ketertarikan yang kuat terhadap obyek yang dipelajari tentunya aktivitas dan hasil belajar yang dicapai juga tidak optimal. Demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu perlu seseorang terus menerus untuk belajar mencintai,menyenangi suatu obyek belajar sehingga pada akhirnya mampu dengan seutuhnya tertarik yang kuat dan mencintai dengan setulus-tulusnya obyek belajar tersebut, yang pada akhirnya motivasi belajar semakin meningkat untuk mencapai keberhasilan dalam belajarnya.

6.      Motivasi
Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai suatu hasil tertentu / suatu perbuatan. Motivasi bisa dikelompokkan menjadi dua,yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi Internal adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang. Misalnya ; Belajar adalah suatu kebutuhan untuk masa depan,dan sejenisnya.Sedangkan motivasi eksterinsik adalah dorongan yang dilakukan oleh seseorang karena adanya faktor dari luar. Misalnya : Hadiah/Reward. Siswa akan dapat hadiah apabila nilai hasil belajarnya di atas 80. Kedua motivasi tersebut sudah dilaksanakan baik oleh orangtua,guru atau suatu lembaga. Alangkah baiknya seseorang memiliki motivasi internal yang kuat, sehingga aktivitas dan hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai.

7.      Sarana dan Prasarana
Sarana prasarana penunjang keberhasilan belajar juga mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar seseorang. Sarana dan prasarana ini juga bisa dari siswa dan dari lembaga pendidikan. Misalnya siswa di rumah mempunyai sarana dan prasarana penunjang keberhasilan belajar,sedangkan di sekolah sarana dan prasarana penunjang belajar juga lengkap, maka kemungkinan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal akan tercapai. Akan tetapi apabila salah satu atau kedua subyekn tersebut sebaliknya maka tentunya akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar seseorang. Sarana dan prasarana belajar misalnya ; buku-buku paket, buku catatan,ruang laboratorium, komputer, laptop,conect internet ( hotspot ),dan sejenisnya

8.      Lingkungan Sekitar
Lingkungan dimana individu tinggal dan lingkungan bermain individu akan sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar. Apabila lingkungan sekitar sangat mendukung kemajuan individu,maka keberhasilan belajar dapat tercapai. Demikian juga sebaliknya,.termasuk didalamnya adalah lingkungan bermain dan kelompok individu. Oleh sebab itu seseorang harus bijak dalam menyikapi dirinya untuk hidup bermasyarakat, artinya mampu memilih mana yang bermanfaat dan mana yang menghancurkan masa depan





C.    C.       MACAM-MACAM GAYA BELAJAR
Belajar dapat efektif dan efisien apabila hasil yang diperoleh seimbang dengan upaya yang dilakukan. Dikatakan efektif apabila dilakukan dengan membawa manfaat yang sebesar-besarnya, dan dikatakan efisien apabila waktu,tenaga,biaya yang diperlukan sedikit sekali.
Oleh karena itu perlu merumuskan strategi belajar agar hasil belajar yang kita dapatkan dapat maksimal. Salah satunya adalah memahami macam-macam gaya belajar. Dengan memahami macam gaya belajar memungkinkan belajar dapat efektif dan efisien.

1.      Gaya belajar Visual
Gaya belajar visual menekankan pada indera pengalihatan yaitu mata. Seseorang yang menyenangi gaya visual ini mereka cenderung tertarik pada pelajaran yang menggunakan metode visual. Misalnya : Adanya Slide, Film,video serta LCD Monitor. Dengan adanya gambar-gambar visual tersebut maka ketangguhan otak untuk menyimpan memori semakin tangguh.
Adapun strategi untuk memperkuat belajar visual adalah sebagai berikut :
@Pilih materi-materi pelajaran yang bernuansa visual
@Gunakan warna-warna untuk menandai hal-hal yang penting
@Bacalah buku-buku literatur yang berilustrasi
@Gunakan multi media, misalnya; komputer,laptop,video

2.      Gaya belajar Auditorial
Gaya belajar jenis ini adalah menekankan pada alat indera kita yaitu telinga sebagai alat pendengaran. Mereka akan lebih berhasil dalam belajarnya apabila materi pelajaran itu didengar berulang-ulang melalui media audio.
Adapun strategi yang dilakukan agar mempermudah belajar auditorial adalah sebagai berikut :
FBerpartisipasi dalam kegiatan diskusi,baik di dalam kelas maupun di luar
FMerekam resume materi pelajaran pada media audio
FMendiskusikan setiap ide secara verbal

3.      Gaya belajar Kinestetis
Gaya belajar jenis ini menekankan pada kemampuan psikomotorik yaitu adanya gerakan,sentuhan,ketrampilan dari anggota badan dalam melakukan suatu kegiatan belajar. Sehingga metode praktik langsung dari materi yang diterangkan akan semakin mempertangguh memori dalam otak.
Adapun strategi untuk mempermudah belajar Kinestetis adalah sebagai berikut :


èPerlu melakukan praktik dengan pengawasan instruktur/pelatih
èMelakukan praktik sendiri tanpa pengawasan instruktur / pelatih agar
    dapat lebih berani mengeksplorasi diri
èMenyiapkan sarana dan prasarana praktik yang disesuaikan dengan
    Situasi dan kondisi.

D.    Strategi belajar efektif dan efisien :
1.      Siapkan buku-buku materi pelajaran yang akan dipelajari dan kumpulkan dengan rapi di atas meja belajar
2.      Mulailah pelajari buku paket atau buku catatan untuk jam  pertama dan seterusnya
3.      Jangan terlalu lama membaca buku pelajaran, uapayakan kira-kira 20 menit
4.      Pahami setiap alenia materi yang dipelajari
5.      Catat hal-hal yang penting dalam buku anda,jika belum dimengerti maka tanyakan pada guru atau teman yang mengerti
6.      Untuk pelajaran non eksakta ( yang tidak menggunakan rumus-rumus),coba lah sambil berbicara sendiri layaknya seorang guru ketika berdiri di depan kelas. Hal itu untuk menguji berapa prosen anda menguasai materi yang baru dipelajari. Coba terus berulang-ulang. Anda akan melihat hasilnya
7.      Untuk pelajaran eksakta ( menggunakan rumus-rumus ),upayakan anda tulis rumus-rumus tersebut pada folio,karton manila dsb. Tempelkan/gantungkan pada tempat belajarmu atau di kamarmu agar sering terlihat dan mudah untuk mengingatnya
8.      Kerjakan latihan-latihan soal sebanyak-banyaknya dan catat temuan-temuan soal yang belum dimengerti untuk ditanyakan kepada teman atau guru yang mengerti
9.      Seringlah mendiskusikan / menanyakan soal-soal atau materi pelajarnmu baik dengan teman maupun bapak/ibu guru
10.  Upayakan kelompok belajar kecil yang solid